Pages

Thursday, November 20, 2014

Wacana Yang Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia Pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah dan Non Ilmiah

Wacana Ilmiah
Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. adapun pengertian lain tentang kara ilmiah dimana dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

contoh wacana ilmiah adalah makalah, artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi.
Apa itu MS-DOS?
MS-DOS, singkatan dari Microsoft Disk Operating System, adalah sebuah sistem operasi yang sangat banyak digunakan oleh komputer IBM-PC atau yang kompatibel dengannya. Microsoft membuat MS-DOS sebagai sebuah sistem operasi mainstream, sebelum pada akhirnya menghentikan dukungan MS-DOS secara perlahan ketika mereka membuat sebuah sistem operasi berbasis antarmuka grafis (dikenal juga dengan sebutan GUI) untuk pasar mainstream, yang disebut sebagai Microsoft Windows.
MS-DOS dirilis pertama kali pada tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan versi yang lebih baru dari MS-DOS. Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft meluncurkan versi-versi baru MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft menghentikan dukungan MS-DOS pada tahun 2000. MS-DOS merupakan salah satu kunci keberhasilan Microsoft dalam memproduksi perangkat lunak, dari sebuah perusahaan kecil pembuat bahasa pemrograman saat didirikan hingga menjadi sebuah perusahaan perangkat lunak yang seolah menguasai dunia.
MS-DOS sebenarnya dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat komputer, yang bernama Seattle Computer Products (SCP) yang dikepalai oleh Tim Paterrson yang belakangan direkrut oleh Microsoft untuk mengembangkan DOS pada tahun 1980 sebagai sebuah perangkat lunak sistem operasi dengan nama Q-DOS (singkatan dari Quick and Dirty Operating System), yang selanjutnya diubah namanya menjadi 86-DOS, karena Q-DOS didesain agar dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086. Microsoft pun membeli lisensinya dengn harga 50.000 dolar Amerika dari SCP, lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. Selanjutnya, saat IBM hendak meluncurkan komputer pribadi yang disebut dengan IBM PC, Microsoft pun menjual lisensi MS-DOS kepada IBM.

Wacana Semi Ilmiah
Wacana semi ilmiah adalah penulisan yang tidak terikat Bahasa Indonesa baku lisan, sehingga berkemungkinan besar terjadinya penghilangan kalimat. Tapi tidak mengurangi ciri bakunya, namun pemilihan kata dan bentuk kata dserta kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat mempengaruhi dalam memahami makna gagasan. Contoh atrikel, editorial.

Contoh wacana semi ilmiah dalam sebuah editorial
Koran Korsel Minta Samsung Berhenti Jadi Pencontek
TEMPO.CO, Seoul - Samsung perlu menjadi "penggerak pertama" dan menciptakan gadget baru sendiri, menurut sebuah editorial yang diterbitkan oleh JoongAng Ilbo, salah satu koran terbesar Korea Selatan. Jika tidak, mereka akan selalu dalam risiko terjerat dalam sengketa paten.
Baru-baru ini, produsen elektronik terbesar di Korea Selatan ini kalah dalam gugatan paten melawan Apple di pengadilan New York. Perusahaan ini diwajibkan membayar ganti rugi US$ 1,05 miliar dolar AS.
Media Business Insider mencatat, strategi cepat Samsung dalam mencontek ditemukan dalam kategori lain produk mereka. Sebagai contoh,New York Times mencatat, Samsung menunggu harga LCD turun, kemudian membuat taruhan besar pada teknologi itu dan melemahkan Sony dan saingan lainnya di pasar TV layar datar.
Cara ini, kata Business Insider, tidak akan bekerja saat litigasi paten memanas. "Jadi Samsung harus menjadi lebih dari penemu jika ingin  berada di bagian atas produsen penghasil gadget," tulis JoongAng Ilbo.
Dalam editorial yang lain, JoongAng Ilbo memberikan saran, antara lain mendorong lebih banyak startup seperti Facebook untuk mengatasi kurangnya inovasi dalam perekonomian Korea.

Wacana Non Ilmiah
Wacana non ilmiah adalah penulisan yang tidak terikat dalam ragam bahasa baku.
Contoh anekdot, opini, reportase, cerpen.

Contoh wacana non-ilmiah dalam sebuah cerpen
*Satu Orang Satu Pohon*
/*Cerpen Dewi Lestari*/
Ada yang tidak beres dalam perjalanan saya menuju Jakarta. Di sepanjang
jalan menuju gerbang tol Pasteur, saya melihat pokok-pokok palem dalam
kondisi terpotong-potong, tersusun rapi di sanasini, apakah ini jualan
khas Bandung yang paling baru? Sayup, mulai terdengar bunyi mesin
gergaji. Barulah saya tersadar. Sedang dilakukan penebangan pohon
rupanya. Dari diameter batangnya, saya tahu pohon-pohon itu bukan anak
kemarin sore. Mungkin umurnya lebih tua atau seumur saya. Pohon palem
memang pernah jadi hallmark Jalan Pasteur, tapi tidak lagi. Setidaknya
sejak hari itu.

Hallmark Pasteur hari ini adalah jalan layang, Giant, BTC, Grand Aquila,
dan kemacetan luar biasa. Bukan yang pertama kali penebangan
besar-besaran atas pohon-pohon besar dilakukan di kota kita. Seribu
bibit jengkol pernah dipancangkan sebagai tanda protes saat pohon-pohon
raksasa di Jalan Prabudimuntur habis ditebangi. Jalan Suci yang dulu
teduh juga sekarang gersang. Kita menjerit sekaligus tak berdaya.

Bukankah harus ada harga yang dibayar demi pembangunan dan kemakmuran
Bandung? Demi jumlah penduduknya yang membuncah? Demi kendaraan yang
terus membeludak? Demi mobil plat asing yang menggelontori jalanan
setiap akhir pekan? Beda dengan sebagian warganya, pohon tidak akan
protes sekalipun ratusan tahun hidupnya disudahi dalam tempo sepekan.

Pastinya lebih mudah menebang pohon daripada menyumpal mulut orang.
Seorang arsitek legendaris Bandung pernah berkata, lebih baik ia memeras
otak untuk mendesain sesuai kondisi alam ketimbang harus menebang satu
pohon saja, karena bangunan dapat dibangun dan diruntuhkan dalam
sekejap, tapi pohon membutuhkan puluhan tahun untuk tumbuh sama besar.
Sayangnya, pembangunan kota ini tidak dilakukan dengan paham yang sama.

Para pemimpin dan perencana kota ini lupa, ukuran keberhasilan sebuah
kota bukan kemakmuran dadakan dan musiman, melainkan usaha panjang dan
menyicil agar kota ini punya lifetime sustainability sebagai tempat
hidup yang layak dan sehat bagi penghuninya. Bandung pernah mengeluh
kekurangan 650.000 pohon, tapi di tangannya tergenggam gergaji yang
terus menebang. Tidakkah ini aneh? Tak heran, rakyat makin seenaknya,
yang penting dagang dan makmur. Bukankah itu contoh yang mereka dapat?

Yang penting proyek ‘basah’ dan kocek tambah tebal. Proyek hijau mana
ada duitnya, malah keluar duit. Lebih baik ACC pembuatan mall atau trade
centre. Menjadi kota metropolis seolah-olah pilihan tunggal. Kita tidak
sanggup berhenti sejenak dan berpikir, adakah identitas lain, yang
mungkin lebih baik dan lebih bijak, dari sekadar menjadi metropolitan
baru? Saya percaya perubahan bisa dilakukan dari rumah sendiri, tanpa
harus tunggu siapa-siapa. Jika kita percaya dan prihatin Bandung
kekurangan pohon, berbuatlah sesuatu. Kita bisa mulai dengan Gerakan
Satu Orang Satu Pohon.

Hitung jumlah penghuni rumah Anda dan tanamlah pohon sebanyak itu. Tak
adanya pekarangan bukan masalah, kita bisa pakai pot, ember bekas, dsb.
Mereka yang punya lahan lebih bisa menanam jumlah yang lebih juga.
Anggaplah itu sebagai amal baik Anda bagi mereka yang tak bisa atau tak
mau menanam. Pesan moralnya sederhana, kita bertanggung jawab atas
suplai oksigen masing-masing. Jika pemerintah kota ini tak bisa memberi
kita paru-paru kota yang layak, tak mampu membangun tanpa menebang
pohon, mari perkaya oksigen kita dengan menanam sendiri.

Ajarkan ini kepada anak-anak kita. Tumbuhkan sentimen mereka pada
kehidupan hijau. Bukan saja anak kucing yang bisa jadi peliharaan lucu,
mereka juga bisa punya pohon peliharaan yang terus menemani mereka
hingga jadi orangtua. Mertua saya punya impian itu. Di depan rumah yang
baru kami huni, ia menanam puluhan tanaman kopi. Beliau berharap cucunya
kelak akan melihat cantiknya pohon kopi, dengan atau tanpa dirinya.

Sentimen sederhananya tidak hanya membantu merimbunkan Bukit Ligar yang
gersang, ia juga telah membuat hallmark memori, antara dia dan cucunya,
lewat pohon kopi. Kota ini boleh jadi amnesia. Demi wajahnya yang baru
(dan tak cantik), Bandung memutus hubungan dengan sekian ratus pohon
yang menyimpan tak terhitung banyaknya memori. Kota ini boleh jadi
menggersang. Jumlah taman bisa dihitung jari, kondisinya tak menarik
pula. Namun mereka yang hidup di kota ini bisa memilih bangun dan tak
ikut amnesia. Hati mereka bisa dijaga agar tidak ikut gersang.

Rumah kita masih bisa dirimbunkan dengan pohon dan aneka tanaman. Besok,
atau lusa, siapa tahu? Bandung tak hanya beroleh 650.000 pohon baru,
melainkan jutaan pohon dari warganya yang tidak memilih diam.


Sumber            :

Monday, November 10, 2014

PERBEDAAN WINDOWS ORIGINAL DENGAN WINDOWS BAJAKAN

Hello sobat blogger kali ini saya akan menjelaskan tentang perbedaan windows original dengan windows bajakan. Windows merupakan sistem operasi nomor satu di dunia, seperti mahasiswa dengan laptopnya. Perbedaan windows original dengan bajakan secara kasat mata relatif sama namun ada beberapa fitur yang tidak bisa dilakukan pada windows bajakan.
Langsung saja saya jelaskan perbedaannya windows original dan bajakan.

1.      Windows Original (Asli)
-          Terdapat tanggal instalasi windows pada saat pertama menginstal windows.
-          Bisa melakukan update secara berkala tanpa takut terblacklist dari microsoft.
-          Windows asli biasanya tidak mudah rentan terserang virus.
-          Terdapat tanda genuine microsoft software pada system informasi.
-          Windows asli biasanya aktif secara permanent.
-          Bisa mengunduh paket bahasa sesuai dengan negara masing - masing tanpa   terblacklist.
-          Terdapat key product yang sama seperti tertera pada tempat pembelian kaset windows.
-          Proses aktivasi nya tidak menggunakan crack atau pun KMS serta dengan software aktivasi lainya.

2.      Windows Bajakan (Palsu)
-          Tidak terdapat tanggal dan waktu instalasi pada system informasi.
-          Bisa melakukan update tetapi resiko di blacklist oleh microsoft.
-          Rentan terserang virus,karena sulit mendapatkan update dari microsoft.
-          Tidak terdapat tanda genuine microsoft sofware pada system informasi.
-          Bisa mengunduh paket bahasa sesuai dengan negara masing-masing dengan resiko terblacklist.
-          Tidak terdapat key product yang terpasang pada windows.
-          Proses aktivasi biasanya menggunakan crack ataupun KMS dengan jangka waktu keaktivan 180 hari.


Nah itulah sedikit perbedaan Windows Original dengan Windows Bajakan dari saya, jadi para sobat harus berhati hati dalam membeli dan menentukan pilihan, terima kasih semoga bermanfaat untuk semua sobat blogger. 
 

Blogger news

Blogroll

About